Terbukti Positif Covid-19, China Larang Dua Anggota Tim WHO Masuk Wuhan

- 14 Januari 2021, 17:03 WIB
Ketua WHO Peringatkan Bahaya, Jika Negara dan Produsen Vaksin Buat Kesepakatan Bilateral.* /Pixabay/pixabay.com

WARTA SAMBAS RAYA - China melarang masuk dua anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal mula virus corona usai keduanya positif antibodi Covid-19, seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Pejabat China menghadang kedua anggota tersebut untuk menaiki pesawat tujuan Kota Wuhan, China tengah, setelah mereka terbukti positif antibodi dalam tes serologi berbasis darah selama transit di Singapura, menurut WSJ, mengutip sumber yang mengetahui kabar tersebut.

"Keharusan kontrol pengendalian epidemi yang relevan harus ditegakkan secara ketat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat konferensi pers ketika ditanya soal laporan tersebut, dilansir dari Antara, Kamis 14 Januari 2021.

Baca Juga: China Tutup 155 Tempat Ibadah di Beijing

Diketahui, tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba pada Kamis di pusat Kota Wuhan, China, untuk menyelidiki asal-usul virus corona baru yang memicu pandemi, stasiun televisi pemerintah melaporkan.

Tim tiba pagi hari dengan penerbangan murah dari Singapura dan diperkirakan akan menjalani karantina selama dua minggu. Mereka sebelumnya dijadwalkan tiba pada awal Januari. Penundaan kunjungan mereka di China itu menuai kritik dari kepala badan PBB tersebut --yang jarang dilakukan secara terbuka.

Peter Ben Embarek, ahli WHO untuk penyakit hewan yang menyebar ke spesies lain, memimpin tim yang terdiri dari 10 pakar independen itu, kata juru bicara WHO. Embarek sebelumnya juga berangkat ke China dalam misi awal Juli lalu.

Baca Juga: Tim Penyelidik Sumber Covid-19 WHO Dipersulit, Dunia Minta China Beri Akses Tanpa Syarat

Hung Nguyen, ahli biologi Vietnam yang merupakan bagian dari 10 anggota tim, mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak mengharapkan ada pembatasan pada pekerjaan kelompok tersebut di China, tetapi telah bersiap jika tidak menemukan jawaban yang jelas.

Halaman:

Editor: Suryadi

Sumber: Reuters, ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X