Warga Aceh Beli Ambulans Khusus untuk Palestina

- 18 Mei 2021, 22:40 WIB
Warga Aceh Beli Ambulans Khusus untuk Palestina/Foto Ilustrasi
Warga Aceh Beli Ambulans Khusus untuk Palestina/Foto Ilustrasi /Antara/

WARTA SAMBAS – Berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Bireuen, Aceh bahu membahu mengumpulkan dana guna membeli ambulans khusus, Pre Hospital seharga Rp1,8 Miliar untuk Palestina.

Dinamakan ambulans khusus lantaran di dalamnya bisa dijadikan tempat operasi, sebelum warga Palestina yang menjadi korban agresi Israel dibawa ke Rumah Sakit (RS).

“Insya Allah, dengan hadirnya ambulans tentunya akan sangat membantu korban serangan zionis," kata Anwar Ebtadi, Koordinator Bireuen untuk Palestina, seperti dikutip WARTA SAMBAS dari ANTARA, Selasa 18 Mei 2021.

Penggalangan dana untuk membeli ambulans khusus ini melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen, Asosiasi Keuchik (Kepala Desa), Kampus IAI Al-Muslim, BEM Stikes Payung Negeri, BKPRMI, PEMA Umuslim, KNPI Bireuen, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lainnya.

Baca Juga: Bantu Korban Agresi Israel, MER-C Indonesia Kirim Tim Bedah dan Obat-obatan ke Jalur Gaza Palestina

Menurut Anwar, penggalangan dana Rp1,8 Miliar ini dilaksanakan sampai ke desa-desa, Masjid, di persimpangan jalan hingga pertokoan. “Besar harapan kami agar masyarakat Bireuen khususnya mengambil kesempatan beramal jariyah ini lagi untuk membantu muslim Palestina," katanya.

Sebelumnya, masyarakat Bireuen sudah beberapa kali sukses menggalang kepedulian masyarakat untuk membantu sesama yang disalurkan melalui lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). "Ambulans untuk Palestina tersebut nantinya akan diserahkan melalui ACT (juga)," ungkap Anwar.

Jika ada warga yang ingin bersedekah jariyah berupa ambulans untuk Palestina ini, juga dapat menyalurkannya melalui rekening virtual account BNI Syariah 8660291021050072 atas nama Bireuen untuk Palestina.

Anwar menambahkan, hingga kini bangsa Palestina terus menerus menderita akibat serangan brutal zionis Israel. Ratusan korban meninggal, termasuk anak-anak dan perempuan.***

Editor: Mordiadi

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah