Begini Cara Mengatasi Kondisi Aromantis Bagi yang Suka Jomblo

- 18 Februari 2021, 13:26 WIB
Ilustrasi hubungan toxic
Ilustrasi hubungan toxic /PIXABAY/panajiotis

WARTA SAMBAS - Perlu digarisbawahi, aromantis tidak termasuk dalam gangguan kesehatan mental atau masalah kejiwaan. Ini murni karena preferensi pribadi atau pandangan seseorang dalam menjalin suatu hubungan dengan orang lain.

“Saya tidak mau menyebutnya sebagai mental illness. Ini karena preferensi saja dalam hal berhubungan dengan orang lain, ya memang karena ini berteman saja, tidak tertarik untuk jenjang hubungan yang lebih jauh,” tegas psikolog, Ikhsan Bella Persada, M.Psi. 

Baca Juga: Susah Melupakan Cinta Pertama, Berikut Ini Penjelasannya

Sebagian orang mengidentifikasi aromantis sebagai ketidakmampuan untuk menjalin hubungan romantis. Namun, sebagian lainnya mengatakan bahwa aromantis sebuah spektrum, yang tetap merasakan ketertarikan romantis. Beberapa istilah spectrum yang digunakan di antaranya adalah:

- Demiromantic: Hanya merasakan ketertarikan romantis setelah membentuk ikatan emosional dengan seseorang.

- Lithromantic atau akoiromantic: Mengalami ketertarikan tanpa keinginan untuk membalasnya, atau ketertarikan romantis yang pudar ketika berbalas.

Baca Juga: Aromantis Melekat pada yang Doyan Jomblo, Berikut Penjelasannya

- Gray-aromantic: Seorang aromantis yang jarang merasakan ketertarikan romantis, atau hanya dalam keadaan tertentu.

- Quoiromantic: Ketidakmampuan untuk membedakan ketertarikan romantis dan platonis.

Halaman:

Editor: Yuniardi

Sumber: dokter


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah