Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara 20 Persen, Ini Bahayanya Asupan Karbohidrat Berlebihan

- 30 Maret 2024, 01:28 WIB
Sumber karbohidrat mana yang lebih sehat?
Sumber karbohidrat mana yang lebih sehat? /iker/

WARTA SAMBAS - Asupan makanan mengandung karbohidrat memang dibutuhkan untuk tubuh, namun tak boleh berlebihan karena bisa meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 20 persen.

Karbohidrat yang dimaksud adalah yang berasal dari refined grain atau biji-bijian olahan, berupa produk seperti sereal, biskuit, dan kue kering. Kentang, nasi putih, jus buah, serta makanan dan minuman manis juga disarankan makan secukupnya saja.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu dan Chord Gitar Glimpse of Us Milik Joji, Cocok Dimainkan saat Lagi Galau

Para peneliti fokus pada perbedaan antara makanan nabati yang sehat seperti biji-bijian, buah, sayuran, dan kacang-kacangan alami tanpa pemrosesan, dibandingkan dengan karbohidrat 'tidak sehat'. Tim memantau lebih dari 65 ribu perempuan pascamenopause.

Kondisi mereka dilacak selama lebih dari dua dekade. Hasilnya, peserta yang menyantap makanan sehat memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena kanker payudara. Sementara, peserta dengan pola makan tidak sehat memiliki risiko 20 persen lebih tinggi.

Temuan didapati konsisten di semua subtipe kanker payudara. Perlu diketahui bahwa para perempuan yang diteliti harus mengisi kuesioner diet selama rata-rata 21 tahun. Selama penelitian, 3.968 perempuan didiagnosis mengidap kanker payudara.

Baca Juga: Cek di Sini, Ini Daftar Pemeran Film Broker yang Tayang Juni 2022 Silam

Hasil lengkap studi akan dipresentasikan pada acara "Nutrition 2022 Live Online" silam. Salah satu peneliti, Sanam Shah, menyampaikan bahwa mengurangi asupan karbohidrat olahan dapat membantu pencegahan kanker. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai hubungan antara diet dan risiko kanker pada populasi yang beragam, khususnya untuk menentukan kausalitas.

Kandidat doktor di Pusat Penelitian Epidemiologi dan Kesehatan Populasi Paris-Saclay University itu menyampaikan pula bahwa pola makan nabati tidak sama dengan pola makan vegan atau vegetarian. Studi lebih memberikan penekanan umum pada makanan nabati daripada makanan hewani.

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah