Hindari 15 Tahun Penjara, 10.000 Pelajar Ini Meyerahkan Diri ke Polisi Karena Tonton Drama Korea Diam-diam

- 7 Mei 2021, 11:18 WIB
Foto: Ilustrasi Remaja.
Foto: Ilustrasi Remaja. /Healthline//Dok. Wall Street Journal

 

WARTA SAMBAS - Dianggap melanggar hukum, sekitar 10.000 pelajar Korea Utara menyerahkan diri kepada pihak berwenang lantaran telah menonton drama korea (Drakor) secara diam-diam untuk menghindari hukuman penjara 15 tahun hingga hukuman mati. 

Menurut laporan dari media lokal Korea Selatan, para pelajar tersebut diketahui telah menonton drama Korea secara diam-diam yang merupakan perbuatan terlarang di Korea Utara.

Baca Juga: Puisi dari Malaysia untuk Mengenang Kapal Selam KRI Nanggala-402

Hal tersebut terjadi setelah Korea Utara membuat undang-undang yang melarang segala hal dari Korea Selatan pada Desember 2020 lalu.

“Data pada 28 April 2021 menunjukan 20.000 pelajar telah menyerahkan diri karena mereka mengharapkan hukuman yang lebih ringan,” sebut laporan dari Kukmin Ilbo, melansir dari Pikiranrakyat-Bekasi.com dalam artikel Tonton Drama Korea Diam-Diam, 10.000 Pelajar Korea Utara Menyerahkan Diri Untuk Hindari Hukuman bersumber dari Mothership.

Jika mereka ketahuan menonton acara dari Korea Selatan selama penggerebekan atau sebaliknya, mereka akan mendapatkan hukuman penjara selama 15 tahun atau bahkan dihukum mati.

Baca Juga: Hari Ini Drakor The Penthouse Season 3 sudah Mulai Syuting

Mengutip seorang informan di tempat yang mengetahui situasi tersebut, Kukmin Ilbo mengatakan sekitar 5.000 pemutar DVD juga telah disita oleh aparat Korea Utara

Awal tahun lalu, Korea Utara mengecam warganya yang menonton drama Korea Selatan sebagai sebuah penghinaan.

Mereka juga mengkritik drama Korea Selatan penuh dengan tipu daya, dibuat-buat, tidak masuk akal, dan tidak murni.

Baca Juga: Patah Hati Buruk Bagi Kesehatan, Segera Move On dengan Lakukan Tips Berikut Ini

Pyongyang mungkin mengarahkan omelannya ke drama seperti “Ashfall”, yang menampilkan runtuhnya sebuah bangunan yang diduga merupakan markas besar Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Selain itu, mereka juga mengkritik drama “Crash Landing on You”, yang menceritakan kisah cinta antara seorang perwira militer Korea Utara dan seorang pewaris Korea Selatan.

Sebelumnya, pemerintah Korea Utara juga mengancam akan menindak Amerika Serikat jika Sony merilis film “The Interview”, yang mengakibatkan perusahaan hiburan itu menunda tanggal rilisnya hingga dua bulan.

Halaman:

Editor: Yuniardi

Sumber: Mothership pikiranrakyat-bekasi.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah