INDONESIA BERDUKA...Syekh Ali Jaber Meninggal setelah 17 Hari Menggunakan Ventilator Karena Covid-19

- 14 Januari 2021, 12:14 WIB
Kabar duka datang dari kalangan ulama Indonesia, Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber dikabarkan telah meninggal dunia hari ini, Kamis, 14 Januari 2021. Dikabarkan melalui akun media sosial Yayasan Syekh Ali Jaber, lahir pada 3 Februari 1976 dan meninggal dunia pada 14 Januari 2021 di usia ke-44 tahun. /instagram.com/yayasan.syekhalijaber/

WARTA SAMBAS – Syekh Ali Jaber atau Ali Saleh Muhammed Ali Jaber, Pendakwah kelahiran Madinah Arab Saudi, 3 Februari 44 tahun silam, meninggal di Rumah Sakit (RS) Yasri Jakarta, Indonesia pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB.

“Innaa lillaahi wa Innaa lilaihi raaji’uun telah berduka, Indonesia berduka Syekh Ali telah berpulang ke rahmatullah jam 8.30 pagi tadi di Rumah Sakit Yasri Jakarta,” ujar Yusuf Mansyur melalui Akun Instagram-nya @yusufmansurnew, seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel berjudul “Tiga Pekan Dipasangi Ventilator, Syekh Ali Jaber Meninggal di Usia 44 Tahun”.

Syech Ali Jaber diketahui positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kemudian mendapat perawatan di ICU dengan dipasangi ventilator atau alat bantu pernafasan hingga 16 sampai 17 hari.

Baca Juga: Ini Cara dan Syarat BLT UMKM Rp2,4 Juta, Ingat!!! Bukan Daftar via Tautan di Facebook..

Memasuki pekan ketiga penggunaan ventilator, Syekh Ali Jaber kritis dan menghembuskan nafas terakhirnya. “Kurang lebih 16-17 hari di ventilator, dan semalem dikabarin dokter bahwa Syekh Ali kritis.” ujar Ustaz Yusuf.

Ustaz Yusuf juga menyebarkan kabar tersebut kepada beberapa ulama. “Kita kehilangan pejuang Quran, kita kehilangan seorang dai yang meninggalkan negaranya untuk Indonesia, yang mau pindah kewarganegaraan untuk dakwah di Indonesia,” tuturnya.

Ustaz Yusuf Mansyur juga mengatakan bahwa meminta umat Islam salat ghaib untuk Syekh Ali Jaber di masing-masing tempat.

“Insyallah Syekh Ali husnul khotimah mohon disholatkan gaib di mesjid-mesjid, di mushola-mushola, di pesantren-pesantren kemudian guru-guru dan santri yang belum libur yang masih bertugas,” ujar Ustaz Yusuf Mansyur.***(Kannia Nur Haida Komara/Pikiran-Rakyat.com)

Editor: Mordiadi

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X