Kisah Penguasa Kerajaan Majapahit Memeluk Islam, Begini Asal Mulanya

- 24 Februari 2024, 05:49 WIB
Ilustrasi sejarah Islam
Ilustrasi sejarah Islam /Ilustrasi dari FREEPIK/

WARTA SAMBAS - Pakar Sejarah Babad Jawa, Peri Mardiyono menjelaskan dalam serat Dharmagandhul tentang kisah pertemuan antara Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya V dan Sabdo Palon terjadi di daerah Blambangan. Sekarang bernama Banyuwangi.

Dalam pertemuan kedua tokoh itu terjadi ketika Sunan Kalijaga konon menemukan Prabu Brawijaya V yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan tentara dari kerajaan Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya Raden patah dari Demak yang telah memporak-porandakan Majapahit.

Baca Juga: Benarkah Dunia Segala-galanya untuk Orang yang Sudah Meninggal? Gus Baha Katakan Ini

“Namun konflik itu bisa dicegah berkat kelihaian Sunan Kalijaga, sehingga prabu Brawijaya bersedia untuk masuk Islam,” ungkap Peri dalam bukunya ‘Sejarah Kelam Majapahit’.

Namun di sisi lain Sabdo Palon yang statusnya sebagai abdi dan pemberi masukan kepada Prabu Brawijaya V tidak bersedia masuk Islam sehingga akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.

“Di dalam Naskah Dharmagandul, memandang Islam sebagai biang kerok runtuhnya Majapahit dan menuduh Raden Fatah dipengaruhi oleh Walisongo sehingga menyerang Majapahit,” ucap Peri.

Sabdo Palon sangat kecewa dengan Prabu Brawijaya V karena meninggalkan agama kepercayaan leluhurnya yaitu Hindu-Budha. Lalu menantang Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Selamat Datang Tubuh Langsing, Ini Enam Buah-buah yang Bisa Turunkan Berat Badan

Dengan Karomah beliau sebagai waliyullah, kedua penasihat Brawijaya V, Sabda Palon yang terkenal sakti mandraguna dan dapat menggerakan prajurit siluman menjadi tidak berdaya dihadapan sang sunan.

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah