Kisah Habib Al-Najar, Tokoh yang Dikenal dalam Surah Yasin

- 27 Maret 2024, 05:19 WIB
Ilustrasi. Bacaan Surah Yasin lengkap 83 Ayat teks Arab, latin, arti bahasa Indonesia dibaca saat malam Jumat disertai keutamaan dan link download PDF.
Ilustrasi. Bacaan Surah Yasin lengkap 83 Ayat teks Arab, latin, arti bahasa Indonesia dibaca saat malam Jumat disertai keutamaan dan link download PDF. /PIXABAY/@Imenbonoise

WARTA SAMBAS - Hal faktual dari kisah Alquran pada surah Yasin, yang hingga saat ini masih dapat dibuktikan secara arkeologis adalah keberadaan makam satu tokoh penting yang bernama Habib al-Najar.

“Habib al-Najar rahmatullah ‘alayh and people of Yasin”, terdapat dua situs yang menjadi bukti kesejarahan Habib al-Najar serta keberadaanya di Antakya, yaitu masjid Habib al-Najar, yang merupakan masjid bersejarah di Antakya, Provinsi Hatay, Turki, dan makam Habib al-Najar yang terletak di bawah Gunung Silpius.

Di tempat yang sama, selain makam Habib al-Najar, terdapat pula makam Syam’un al-Shafa, yaitu seorang utusan Nabi ‘Isa yang mendakwahkan tauhid di Antiokhia. Narasi tentang Habib al-Najar dalam banyak kitab tafsir, digambarkan sebagai sosok heroik yang membela para utusan, sekaligus terlibat dalam mendukung dakwah tauhid para utusan kepada penduduk Antiokhia.

Baca Juga: Semangat Sinerfi Bagi Negeri, Asmo Kalbar Sukses Edukasi Safety Riding di SMAN 3 Bengkayang

Berdasarkan fakta-fakta itu, maka menjadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana citra Habib al-Najar yang digambarkan oleh para ulama tafsir, agar kisahnya menjadi pelajaran, hikmah, dan teladan.

Laki-laki dari Ujung Kota

Habib al-Najar, merupakan tokoh yang ikut serta dalam misi dakwah para utusan Allah di Antiokhia. Perannya dalam dakwah disinggung oleh Alquran dalam surah Yasin. Meskipun tidak disebut secara implisit, tetapi nama Habib al-Najar muncul di banyak kitab tafsir, dan dikaitkan dengan penafsiran atas Q.S. Yasin [36]: 20:

وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ
“Dan datanglah dengan bergegas dari ujung kota, seorang laki-laki. Dia berkata, “Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu!”

Berdasarkan ayat ini, para ulama tafsir seperti Imam al-Samarqandi (Bahr al-‘Ulum, Jilid 3, h. 97), Imam al-Gharnathi (al-Tashil li ‘Ulum al-Tanzil, h. 631), Imam al-Khazin (Lubab al-Ta‘wil fi Ma’an al-Tanzil, Jilid 4, h. 6), Imam Makki bin Abi Thalib (al-Hidayah ila Bulugh al-Nihayah, Jilid 9, h. 6017), Ibnu ‘Ajibah (al-Bahr al-Madid fi Tafsir Alquran al-Majid, Jilid 4, h. 564), Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani (Tafsir al-Jilani, Juz 4, h.171), dan Ibnu ‘Arabi (Tafsir al-Qur’an, Jilid 2, h.160), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “lelaki dari ujung kota” adalah Habib al-Najar.

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah