Perang Rusia vs Ukraina Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng, Kadin Indonesia: Berikutnya Gas dan Batu Bara

16 Maret 2022, 18:56 WIB
Ternyata perang Rusia vs Ukraina menjadi salah satu pemicu kenaikan harga minyak goreng di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia./Foto Arsjad Rasjid /Instagram @arsjadrasjid

WARTA SAMBAS - Ternyata perang Rusia vs Ukraina menjadi salah satu pemicu kenaikan harga minyak goreng di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Pasalnya, Perang Rusia vs Ukraina menyebabkan minyak goreng sunflower -yang diproduksi kedua negara bekas Uni Uni Sovyet tersebut- tidak bisa diekspor.

Alhasil masyarakat dunia yang selama ini mengandalkan minyak goreng Sunflower, beralih ke minyak goreng sawit saat perang Rusia vs Ukraina berlangsung.

"Ada peralihan ke minyak sawit yang membuat permintaan naik," jelas Arsjad Rasjid, Ketua Umum Kadin Indonesia, seperti dikutip WARTA SAMBAS dari PMJ News, Rabu 16 Maret 2022.

Baca Juga: 5 Alasan Rusia Invasi Ukraina, Termasuk Pelucutan Infrastruktur dan Pasukan NATO

Tinggi permintaan tersebut memicu kenaikan harga minyak goreng dari sawit. Hal ini bukan hanya terjadi Indonesia, tetapi juga di negara-negara lainnya.

Sebagai negara produsen minyak goreng sawit, kondisi ini tentunya menguntungkan sektor ekspor Indonesia.

Namun di sisi lain, bisa menyebabkan biaya energi meningkat, serta mengganggu kelancaran pasokan kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Baca Juga: Gratis Minyak Goreng dan Susu untuk Peserta Vaksinasi Covid-19, Jumlah Paketnya sama dengan Dosis Vaksin

Menurut Arsjad Rasjid, dalam jangka panjang Indonesia harus waspada terhadap potensi kenaikan biaya energi tersebut.

"Karena bisa turut menyebabkan kenaikan harga gas dan batu bara," ingat Arsjad.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Suriansyah mengungkapkan, Indonesia punyak produksi minyak goreng yang murah.

"Ternyata sebagian diekspor Menteri Perdagangan, mencapai 415 juta liter minyak goreng," ungkap Surianyah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia 110 Dolar AS dan Terus Meroket, Bakal Lebih Parah karena Sanksi atas Migas Rusia

Legislator Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas ini mengatakan, produksi sawit di Kalbar dan Indonesia pada umumnya ini melimpah.

Semestinya, kata Suriansyah, dengan produksi sawit yang melimpah tersebut, kelangkaan minyak goreng tidak akan terjadi.

"Apalagi Pemerintah sudah memberikan kuota CPO untuk diproduksi menjadi minyak goreng dalam negeri," ungkap Suriansyah.***

Editor: Mordiadi

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Terpopuler