Indonesia Deportasi 3 Warga Malaysia, Kanwil Kemenkumham Kalbar: Lewat PLBN Aruk Sambas

5 Juni 2022, 21:39 WIB
Pemerintah Indonesai melalui Kantor Imigrasi Klas II TPI Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendeporasi 3 warga Malaysia. /Humas Kemenkum dan HAM/

WARTA SAMBAS - Pemerintah Indonesai melalui Kantor Imigrasi Klas II TPI Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendeporasi 3 warga Malaysia.

Pendeportasi 3 warga Malaysia ini merupakan tindakan administratif sesuai Pasal 78 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Ketiga warga Malaysia tersebut dideportasi setelah menyelesaikan masa tahanannya di Rutan Sambas selama 1,4 tahun dan membayar denda Rp100 juta.

"Ketiga WNA asal Malaysia itu dideportasi melalui PLBN Aruk Kabupaten Sambas pada Sabtu (kemarin)," kata Zulkarnain Mansyur, Humas Kanwil Kemenkumham Kalbar, seperti dikutip WARTA SAMBAS dari ANTARA, Minggu 5 Juni 2022.

Baca Juga: Indonesia Deportasi Warga Singapura dan Malaysia, Imigrasi: Batas Izin Tinggalnya Lewat 2 Kali Lebaran

Zulkarnain mengungkapkan, pendeportasian 3 warga Malaysia ini dilakukan Kasi Inteldakim Muhammad Denny Ridwan beserta 5 anggota.

Pendeportasian tersebut berdasarkan Surat Perintah Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Kabupaten Sambas tertanggal 4 Juni 2022.

Proses pendeportasian 3 warga Malaysia melalui PLBN Aruk Kabupatne Sambas tersebut berjalan lancar, tanpa hambatan.

Adapun 3 warga Malaysia yang dideportasi tersebut terdiri atas: 

1. Roland Anak Sutomo

2. Kevin Anak Pilen, dan

3. Freddie Casper Anak Zuhamy

 

Baca Juga: Singapura Tahan dan Deportasi Ustadz Abdul Somad, Fadli Zon: Kejadian Ini Penghinaan

Sebelumnya, kata Zulkarnain, 3 warga Malaysia tersebut melanggar Pasal 113 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

Zulkarnain menceritakan, 3 warga Malaysia tersebut masuk Indonesia tanpa melalui pemeriksaan pejabat Imigrasi pada 12 Januari 2021. 

Kemudian mereka dibawa ke Pos Koki Pamtas 642/KPS dan diserahterimakan ke Kantor Imigrasi Klas II TPI Sambas.***

 

Editor: Mordiadi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler