Kratom Ekspor Hingga Ratusan Ton, Affandie: Kalbar Belum Mendapatkan Apa-apa

- 18 Oktober 2021, 23:06 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie AR mengatakan Kalbar belum mendapat apa-apa dari tingginya ekspor Kratom selama ini.
Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie AR mengatakan Kalbar belum mendapat apa-apa dari tingginya ekspor Kratom selama ini. /Mordiadi/Warta Sambas Raya

WARTA SAMBAS - Budidaya Kratom (Mitragyna speciosa) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menggeliat. Jumlah ekspor pun terus meningkat dari waktu ke waktu.

Hingga kini, setidaknya ekspor Kratom Kalbar sudah mencapai ratusan ton yang tercatat. Kemungkinan lebih banyak lagi yang dilakukan secara perorangan.

Di antaranya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar yang ekspor 7 ton Kratom ke India pada April lalu, kemudian Koperasi Hasil Alam 400 ton ke Amerika Serikat (AS).

Sekitar dua bulan lalu juga dikabarkan ada ekspor sekitar 55 ton Kratom. Kemungkinan angka ini akan terus bertambah, karena semakin banyak pembudidayanya di Kalbar.

"Kita mengapresiasi ekspor Kratom itu, nilainya cukup tinggi. Tetapi kita belum mendapat apa-apa dari hasil ekspor itu," kata Affandie AR, Ketua Komisi II DPRD Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Pemerintah Bisa ‘Paksa’ Negara Lain untuk Membeli Kratom Kapuas Hulu

Affandie mengungkapkan, sampai saat in tidak ada yang masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar dari ekspor Kratom tersebut.

"Tidak ada PAD yang kita dapat, Kalbar tidak dapat apa-apa dari ekspor Kratom itu, hanya gaungnya yang besar," sesal Affandie.

Olehkarenanya, kata Affandie, ke depan Komisi II DPRD Kalbar bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) akan mengupayakan regulasi terkait ekspor Kratom.

"Nanti kita cari jalan keluarnya, apakah dibuatkan Perda-nya atau Pergub-nya, agar setiap satu kilogram Kratom yang keluar itu berkontribusi bagi PAD Kalbar," jelas Affandie.

Baca Juga: 'Koperasi Hasil Alam' Ekspor 400 Ton Kratom ke AS, Yoga: Ini Langkah Awal

Menurut Affandie, Kratom sangat potensial meningkatkan perekonomian masyarakat Kalbar. Saat ini, para pembudidayanya bukan hanya di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kabupaten lainnya di Kalbar, ungkap Affandie, seperti Kubu Raya sudah banyak masyarakatnya yang menanam Kratom.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, lanjut Affandie, meseti mendorong para petani untuk tetap membudidayakan Kratom selanjutnya mengupayakan agar berkontribusi bagi PAD.

Baca Juga: Kadin Kalimantan Barat Resmikan Ekspor 7 Ton Kratom ke India

Apalagi dalam waktu yang tidak terlalu lalu akan beroperasi Pelabuhan Internasional Kijing yang tentunya akan menggeliatkan komoditas ekspor di Kalbar.

"Kita terus mendorong ekspor melalui Pelabuhan Kijing itu, karena kalau dari pelabuhan lain Kalbar tidak dapat apa-apa," pungkas Affandie.***

 

Editor: Mordiadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah