Aturan Terbaru PPKM Level 3: Maksimal 5 Peserta Didik per Kelas

7 Oktober 2021, 10:48 WIB
Dalam aturan terbaru PPKM Level 3, maksimal 5 peserta didik per kelas./Foto: Ilustrasi /Dok. Pemkot Denpasar

WARTA SAMBAS - Pemerintah telah menerbitkan aturan terbaru untuk wilayah Level 3 selama PPKM diperpanjang sampai tanggal 18 Oktober 2021.

Berbagai sektor diatur dalam aturan terbaru untuk wilayah Level 3 selama PPKM diperpanjang tersebut, termasuk Sekolah Tatap Muka.

Dalam aturan terbaru tersebut, pemerintah membolehkan Sekolah Tatap Muka untuk wilayah Level 3 selama PPKM diperpanjang.

Namun aturan terbaru ini hanya membatasi 5 peserta didik per kelas selama PPKM Level 3 diperpanjang sampai 18 Oktober 2021.

Baca Juga: PPKM Makin Longgar, Penumpang Pesawat Naik 88 Persen

Berikut aturan terbaru PPKM Level 3 diperpanjang sampai 18 Oktober 2021, seperti dikutip WARTA SAMBAS dari ANTARA, Kamis 7 Oktober 2021: 

1. Kegiatan di Tempat Kerja/Perkantoran

1) Sektor Non-Esensial

Untuk sektor non-esensial, iberlakukan 25 persen Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah menjalani Vaksinasi Covid-19.

Selain itu, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang sampai Tanggal 18 Oktober 2021, Hanya Kota Blitar Terapkan New Normal

2) Sektor Esensial

- Keuangan dan Perbankan (asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan)

Sektor esensial ini hanya diperkenankan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca Juga: Syarat Naik Pesawat selama PPKM Diperpanjang sampai tanggal 4 Oktober, dari Sertifikat Vaksin sampai Karantina

- Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

Dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf dan dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

- Teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat

Dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf dan dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang sampai Tanggal 4 Oktober 2021, Luhut: Tidak Ada Lagi Level 4

- Perhotelan Non Penanganan Karantina

Dapat beroperasi dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan sebagai berikut:

(1) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

(2) Kapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam aplikasi Peduli Lindungi yang boleh masuk

(3) Fasilitas pusat kebugaran /gym, ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom diizinkan buka.

Dengan memakai aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas maksimal 50 persen serta penyediaan makanan dan minuman dalam box. Tidak ada hidangan prasmanan.

(4) Pengunjung usia di bawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1)/PCR (H-2).

Baca Juga: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang sampai Tanggal 4 Oktober 2021, 10 Kabupaten dan Kota Masih Level 4

- Industri Orientasi Ekspor dan Penunjangnya.

Pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir.

Bisa juga dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Dapat beroperasi dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan sebagai berikutt:

(1) hanya dapat beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik

(2) 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional

(3) menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk pengaturan masuk dan pulang

(4) makan karyawan tidak bersamaan.

Baca Juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang sampai Tanggal 20 September 2021, 3 Kabupaten dan Kota Masih Level 4

- Sektor Esensial pada Sektor Pemerintahan

Mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

3) Sektor Kritikal

a. Kesehatan

Dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian dan dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

b. Keamanan dan Ketertiban

Dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian dan dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

c. Penanganan Bencana

Dapat beroperasi 100 persen maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat 

Untuk pelayanan perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25 persen staf.

Wajib mendapatkan rekomendasi dari Kementerian teknis pembina sektornya sebelum dapat memperoleh akses untuk menggunakan PeduliLindungi.

d. Energi

Dapat beroperasi 100 persen maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.

Untuk pelayanan perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25 persen staf.

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

e. Logistik, Pos, Transportasi, dan Distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat

Dapat beroperasi 100 persen maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.

Untuk pelayanan perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25 persen staf.

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

f. Makanan dan Minuman serta penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan.

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

g. Pupuk dan Petrokimia

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

h. Semen dan Bahan Bangunan

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

i. Objek Vital Nasional

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

j. Proyek Strategis Nasional

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

k. Konstruksi (infrastruktur publik termasuk infrastruktur telekomunikasi dan penyiaran)

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

l. Utilitas Dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah)

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung.

2. Kegiatan Belajar Mengajar

- Satuan Pendidikan

Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Hal itu berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk:

(a). SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB.

Maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas

(b). PAUD

Maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

3. Kegiatan pada Sektor Kebutuhan Sehari-hari

a. Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari

Jam operasionalnya dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, khusus pasar induk dapat beroperasi sesuai jam operasional.

- Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 14 September 2021.

b. Apotek dan toko obat

Dapat buka selama 24 jam, dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

c. Pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari

Dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen, dan jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 17.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

d. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain-lain yang sejenis 

Diizinkan buka dan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan penerapan Protokol Kesehatan lebih ketat.

4. Kegiatan Makan/Minum di Tempat Umum

a. Warung makan/Warteg, Pedagang Kaki Lima (PKL), lapak jajanan dan sejenisnya

Diizinkan buka dan menerima makan di tempat (dine-in) sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas.

Waktu makan maksimal 60 menit dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

b. Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko atau area terbuka baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall.

Diizinkan buka dengan ketentuan sebagai berikut:

(1) Dapat menerima makan di tempat (dine-in) dengan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat

(2) Kapasitas maksimal 50 persen;

(3) satu meja maksimal dua orang

(4) Waktu makan maksimal 60 menit; dan

(5) Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

c. Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari

Dapat beroperasi dengan ketentuan sebagai berikut:

(1) Dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan jam operasional pukul 18.00 WIB sampai dengan maksimal pukul 00.00 WIB dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat;

(2) Kapasitas maksimal 25 persen;

(3) satu meja maksimal dua orang;

(4) Waktu makan maksimal 60 menit; dan

(5) Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

5. Kegiatan pada Pusat Perbelanjaan/Mall/Pusat Perdagangan

- Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan:

1). Kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan memperhatikan ketentuan dalam angka (3) huruf (a) dan angka (4) huruf (b) serta dilakukan dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan RI.

2). Wajib untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait

3). Penduduk dengan usia di bawah 12 tahun wajib didampingi orang tua untuk memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan

4). Tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.

5). Bioskop dapat beroperasi dengan uji coba protokol kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut:

a). Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai

b). Kapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam Peduli Lindungi yang boleh masuk;

c). Pengunjung dengan usia kurang dari 12 tahun dilarang masuk

d). Restoran/rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

e). Mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Kementerian Kesehatan RI;

6. Kegiatan Konstruksi

- Tempat konstruksi untuk infrastruktur publik (tempat konstruksi dan lokasi proyek).

Beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

- Tempat konstruksi non infrastruktur untuk publik.

Diizinkan beroperasi maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Kegiatan Peribadatan

- Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah).

Dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa PPKM Level 3 dengan maksimal 50 persen kapasitas atau 50 orang.

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara lebih ketat dan memerhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama RI.

8. Kegiatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Beroperasi 100 persen, dengan penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.

9. Kegiatan pada Area Publik dan Tempat Lainnya yang Dapat Menimbulkan Kerumunan Massa

- Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara

- Tempat Wisata Tertentu

Dilakukan ujicoba Protokol Kesehatan, dengan ketentuan sebagai berikut:

(a) Mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dan Kementerian Kesehatan RI

(b) Jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB

(c) Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai

(d) Anak dengan usia di bawah 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini

(e) Daftar tempat wisata yang mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI

(f) Penerapan ganjil - genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 WIB sampai dengan Minggu pukul 18.00 WIB.

- Tempat Resepsi pernikahan: Dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

- Lokasi seni, budaya, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan. Ditutup sementara.

- Sarana Olahraga

1). Kegiatan olahraga pada ruangan tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan secara berkelompok dan pertandingan olahraga ditutup sementara

2). Khusus untuk fasilitas kebugaran/gym akan dilakukan uji coba Protokol Kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut:

(a) Jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB

(b) jumlah orang 25 persen dari kapasitas maksimal dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat

(c) Harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan; dan

(d) wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai

3). Untuk sarana olahraga di ruang terbuka dapat beroperasi dengan ketentuan:

(a) Jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB, tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

(b) dilakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal empat orang, tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan tidak secara rutin memerlukan interaksi individu dalam jarak dekat dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang etat; dan

(c) fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50 persen dari kapasitas maksimal.

4). Masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, seperti renang. 

Untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, maka masker hanya dapat dilepas ketika pelaksanaan aktivitas olahraga.

5). Pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk ke dalam fasilitas olahraga.

6). Restoran/rumah makan dan kafe di dalam fasilitas olahraga diizinkan menerima makan di tempat (dine-in) dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

7). Fasilitas penunjang seperti loker, VIP room dan tempat mandi tidak diizinkan digunakan kecuali untuk akses toilet.

8). pengguna fasilitas olahraga tidak diizinkan berkumpul sebelum maupun sesudah aktivitas olahraga dan harus tetap menjaga jarak.

9). Skrining untuk pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

10). fasilitas olahraga yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa penutupan sementara.

11). Kegiatan pada Moda Transportasi

- Kendaraan Umum, Angkutan Massal, Taksi (Konvensional dan Online) dan Kendaraan Sewa/Rental

Maksimal penumpang 50 persen dari kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

- Ojek (Online dan Pangkalan)

Penerapan Protokol Kesehatan secara lebih ketat.***

Editor: Mordiadi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler